Hadist Ke-8921
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا فَإِنَّهُ يُغْفَرُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ قَالَ عَفَّانُ وَحَدَّثَنَا أَبَانُ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ بِمِثْلِهِ
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah] Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa menghidupkan malam lailatul qodar karena iman dan mengharap pahala, maka sesungguhnya dosa-dosanya yang lalu akan diampuni." ['Affan] berkata; Dan [Aban] telah menceritakan kepada kami sebagaimana dalam hadis tersebut dengan sanad ini.
Hadist Ke-8922
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا حَكِيمٌ الْأَثْرَمُ عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ الْهُجَيْمِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فَقَدْ بَرِئَ مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] berkata; telah mengabarkan kepada kami [Hakim Al Atsram] dari [Abu Tamimah Al Juhaimi] dari [Abu Hurairah] berkata; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mendatangi (mensetubuhi) wanita yang sedang haid, -atau beliau mengatakan; - seorang wanita melalui duburnya, -atau beliau mengatakan; - mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah berlepas diri dari apa yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad 'Alaihish Shalatu wassalam."
Hadist Ke-8923
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ حَمَّادٌ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا رَفَعَهُ ثُمَّ قَالَ حَمَّادٌ أُرَاهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ الْمَلَكُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أَزُورُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ قَالَ هَلْ لَهُ عَلَيْكَ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي يَعْنِي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] berkata; telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Abu Rafi'] dari [Abu Hurairah], berkata; -Hammad berkata; dan aku tidak mengetahuinya kecuali bahwa ia telah memarfu'kannya, kemudian Hammad berkata; menurutku itu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, - "Bahwasanya seorang laki-laki mengunjungi saudaranya pada sebuah kampung, lalu Allah mengamati langkahnya dengan perantara seorang malaikat. Maka ketika ia telah mendatanginya, malaikat bertanya kepadanya; 'Kemana kamu pergi?" ia menjawab; 'Aku ingin mengunjungi saudaraku di kampung ini, ' malaikat bertanya lagi; 'Apakah karena nikmat (harta) nya yang ada pada kamu?" ia menjawab; 'Tidak, hanya saja karena aku mencintainya karena Allah 'azza wajalla, ' maka malaikat berkata; 'Sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu, dan sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu."
Hadist Ke-8924
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَقْبَرَةِ فَسَلَّمَ عَلَى أَهْلِهَا قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا قَالُوا أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانِي الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ وَأَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ قَالُوا وَكَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ يَقُولُهَا ثَلَاثًا وَأَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ibrahim] berkata; telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` bin Abdurrahman] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar menuju areal pekuburan, lalu beliau memberi salam kepada para penghuninya seraya bersabda: "Keselamatan atas kalian semua wahai kaum muslimin, dan sungguh insyaallah kami akan menyusul kalian, aku senang kita telah berjumpa dengan saudara-saudara kita." Para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?" maka beliau bersabda: "Bahkan kalian adalah sahabat dan saudara-saudaraku yang tidak ada lagi orang-orang seperti kalian setelahnya, dan aku akan mendahului kalian menuju telaga." Maka para sahabat bertanya; "Wahai Rasulullah, bagaimana engkau tahu bahwa kelak akan ada orang-orang yang tidak datang dari umatmu?" beliau bersabda: "Tidakkah kau tahu sekiranya ada orang yang memiliki seekor kuda putih bersih kemudian pada bulunya ada bercak warna hitam yang pekat, tidak bisakah diketahui?" maka mereka menjawab, "Tentu wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Sesungguhnya mereka pada hari kiamat kelak akan datang dengan keadaan putih bersih karena bekas air wudhu, dan aku akan mendahului kalian menuju telaga. Ketahuilah, sungguh akan ada orang yang terusir dari talagaku seperti unta tersesat yang diusir, aku panggil mereka; 'kemarilah, kemarilah, ' namun dikatakan kepadaku; 'Sesungguhnya mereka telah murtad sepeninggalmu, ' maka akupun berkata; 'Menjauhlah, menjauhlah.'"
Hadist Ke-8925
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَزْرَقِ أَنَّهُ كَانَ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ جَالِسًا ذَاتَ يَوْمٍ بِالسُّوقِ فَمُرَّ بِجِنَازَةٍ يُبْكَى عَلَيْهَا فَعَابَ ذَلِكَ ابْنُ عُمَرَ وَانْتَهَرَهُمْ فَقَالَ لَهُ سَلَمَةُ بْنُ الْأَزْرَقِ لَا تَقُلْ ذَلِكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَأَشْهَدُ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ لَسَمِعْتُهُ وَتُوُفِّيَتْ امْرَأَةٌ مِنْ كَنَائِنِ مَرْوَانَ فَشَهِدَهَا مَرْوَانُ فَأَمَرَ بِالنِّسَاءِ اللَّاتِي يَبْكِينَ فَضُرِبْنَ فَقَالَ لَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ دَعْهُنَّ يَا أَبَا عَبْدِ الْمَلِكِ فَإِنَّهُ مُرَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجِنَازَةٍ يُبْكَى عَلَيْهَا وَأَنَا مَعَهُ وَمَعَهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَحِمَهُ اللَّهُ فَانْتَهَرَ عُمَرُ اللَّاتِي يَبْكِينَ مَعَ الْجِنَازَةِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُنَّ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ فَإِنَّ النَّفْسَ مُصَابَةٌ وَإِنَّ الْعَيْنَ دَامِعَةٌ وَإِنَّ الْعَهْدَ لَحَدِيثٌ قَالَ أَنْتَ سَمِعْتَهُ فَقَالَ نَعَمْ قَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] berkata; telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [Wahb bin Kaisan] dari [Muhammad bin 'Amru bin 'Atho`] dari [Salamah bin Al Azraq], bahwasanya pada suatu hari ia bersama Abdullah bin Umar sedang duduk-duduk di pasar, lalu lewatlah jenazah yang diiringi dengan isak tangis, maka Ibnu Umar mencela dan menghardik mereka. Salamah bin Al Azraq kemudian berkata kepada Ibnu Umar; "Janganlah engkau katakan yang demikian itu wahai Abu Abdurrahman, karena sesungguhnya saya bersaksi kepada [Abu Hurairah] bahwa saya mendengarnya; suatu ketika istri marwan meninggal dunia dan ia menghadirinya, lalu ia memerintahkan para wanita yang menangis itu untuk diam, sehingga mereka dipukuli. Maka Abu Hurairah berkata kepada Marwan; "Biarkanlah mereka wahai Abu Abdul Malik, karena sesungguhnya telah lewat di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jenazah yang diiringi dengan isak tangis, aku serta Umar Bin Al Khaththab juga bersamanya, lalu Umar Ibnul Khaththab menghardik para wanita yang mengiringi jenazah sambil menangis, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda kepadanya: "Biarkan mereka wahai Ibnul Khatthab, karena sesungguhnya jiwa sedang diuji dan air matapun meleleh, dan kejadian menyedihkan baru saja terjadi." Abdullah bin Umar berkata; "Kamu mendengarnya?" Salamah bin Al Arzaq menjawab; "Iya, " maka Abdullah bin Umar berkata; "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."