Hadist Ke-23451

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ أَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ آخِرِ يَوْمِهِ حِينَ صَلَّى الظُّهْرَ ثُمَّ رَجَعَ إِلَى مِنًى فَمَكَثَ بِهَا لَيَالِيَ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ يَرْمِي الْجَمْرَةَ إِذَا زَالَتْ الشَّمْسُ كُلُّ جَمْرَةٍ بِسَبْعِ حَصَيَاتٍ يُكَبِّرُ مَعَ كُلِّ حَصَاةٍ وَيَقِفُ عِنْدَ الْأُولَى وَعِنْدَ الثَّانِيَةِ فَيُطِيلُ الْقِيَامَ وَيَتَضَرَّعُ وَيَرْمِي الثَّالِثَةَ لَا يَقِفُ عِنْدَهَا

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr], dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al-Ahmar], dari [Muhammad bin Ishaq], dari [Abdurrahman bin Al-Qasim], dari [ayahnya], dari [Aisyah] berkata; Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam pernah melakukan Thowaf ifadloh di akhir harinya setelah beliau shalat dzuhur kemudian beliau kembali ke Mina dan tinggal di dalamnya selama malam tasyriq. Beliau melempar jamroh jika matahari telah condong, setiap lemparan dengan tujuh kerikil dan beliau bertakbir dalam setiap melempar kerikil. Beliau berdiri di `aqobah yang pertama dan yang kedua dan beliau melamakan berdirinya. Beliau merunduk dan melempar di Aqobah yang ketiga dan beliau tidak berdiri (berhenti) di dalamnya."


Hadist Ke-23452

حَدَّثَنَا سَكَنُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ أَبِي الْأَخْضَرِ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَلْيُكَافِئْ بِهِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَلْيَذْكُرْهُ فَمَنْ ذَكَرَهُ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ تَشَبَّعَ بِمَا لَمْ يَنَلْ فَهُوَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

Telah meceritakan kepada kami [Sakan bin Nafi'], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Shalih bin Abi Al-Ahdlor], dari [Az-Zuhri], dari [Urwah], dari [Aisyah] bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Barang siapa yang mendapatkan kema`rufan (kebaikan) maka balaslah dengan kebaikan yang serupa, dan barangsiapa yang tidak mampu maka sebutlah (bicarakan) kebaikan tersebut. Barangsiapa yang menyebutnya (membicarakannya) sungguh ia telah bersyukur dan barangsiapa yang membangga-banggakan diri dengan (menggunakan) sesuatu yang belum ia dapatkan maka ia seperti orang yang memakai dua baju palsu."


Hadist Ke-23453

حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ إِذَا دَهَنْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَدَعْتُ فَرْقَةً مِنْ فَوْقِ يَافُوخِهِ وَأَرْسَلْتُ لَهُ نَاصِيَةً

Telah menceritakan kepada kami [Mua'wiyah bin Amru], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad], dari [Ibnu Ishaq], dari [Muhammad bin Ja'far bin Az-Zubair], dari [Urwah] dari [Aisyah] berkata; "Jika saya memberi minyak (menyisir) Rambut Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, saya membelahnya dari ubun-ubunnya dan saya mengurai rambut bagian depannya."


Hadist Ke-23454

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُسَامَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو عَنْ الْمُطَّلِبِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَاتِ قَائِمِ اللَّيْلِ صَائِمِ النَّهَارِ

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Al-Qasim], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Laits], dari [Yazid bin Abdilah bin Usamah], dari [Amru bin Abi Amru], dari [Al-Muthallib], dari [Aisyah] berkata; Saya mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Seorang mukmin dengan akhlak baiknya dia bisa mendapatkan derajat yang sama dengan orang yang shalat malam dan puasa di siang hari."


Hadist Ke-23455

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سَعِيدٍ يَعْنِي ابْنَ عَمْرِو بْنِ سَعِيدِ بْنِ الْعَاصِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ يَا عَائِشَةُ قَوْمُكِ أَسْرَعُ أُمَّتِي بِي لَحَاقًا قَالَتْ فَلَمَّا جَلَسَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاءَكَ لَقَدْ دَخَلْتَ وَأَنْتَ تَقُولُ كَلَامًا ذَعَرَنِي فَقَالَ وَمَا هُوَ قَالَتْ تَزْعُمُ أَنَّ قَوْمِي أَسْرَعُ أُمَّتِكَ بِكَ لَحَاقًا قَالَ نَعَمْ قَالَتْ وَعَمَّ ذَاكَ قَالَ تَسْتَحْلِيهِمْ الْمَنَايَا فَتَنَفَّسُ عَلَيْهِمْ أُمَّتُهُمْ قَالَتْ فَقُلْتُ فَكَيْفَ النَّاسُ بَعْدَ ذَلِكَ أَوْ عِنْدَ ذَلِكَ قَالَ دَبًى يَأْكُلُ شِدَادُهُ ضِعَافَهُ حَتَّى تَقُومَ عَلَيْهِمْ السَّاعَةُ وَالدَّبَى الْجَنَادِبُ الَّتِي لَمْ تَنْبُتْ أَجْنِحَتُهَا

Telah menceritakan kepada kami [Hasyim], dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Sa'id, yaitu Ibnu Amru bin Sa'id bin Al-Ash], dari [ayahnya], dari [Aisyah] berkata; Rasulullah pernah menemuiku seraya bersabda: "Wahai Aisyah! Kaummu adalah umatku yang paling cepat menyusulku." (Aisyah) Berkata; "Ketika beliau duduk, saya bertanya; 'Wahai Rasulullah, Allah telah menjadikanku sebagai tebusanmu, dan engkau telah berkata dengan perkataan yang membuat saya takut. Beliau bersabda: "Apa itu (yang membuat kamu takut)?" (Aisyah) menjawab; "Baginda mengatakan bahwa kaumku adalah umatmu yang paling cepat menyusulmu." Beliau bersabda: "Ya." (Aisyah) bertanya; "Apa yang menyebabkan hal itu?" Beliau bersabda: "Kematian akan menghantui mereka dan umat mereka akan bersaing memperebutkan mereka." (Aisyah) bertanya; saya berkata; "Lalu bagaimana kondisi mereka setelah itu atau ketika itu?" beliau bersabda: "Seperti halnya belalang, yang dewasa memakan lainnya yang masih kecil hingga kiamat terjadi." Dan makna dubay, adalah belalang yang belum tumbuh bulu sayapnya."