Hadist Ke-23306

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوَتْرِ مِنْ الْعَشْرِ

Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] berkata; Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il] berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Abu Suhail] dari [ayahnya] dari [Aisyah] bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam mencari malam lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (di bulan ramadlan).


Hadist Ke-23307

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ أَنَّ أَبَا سَلَمَةَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَخْبَرَهُ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ كَيْفَ كَانَتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ فَقَالَتْ مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ طُولِهِنَّ وَحُسْنِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي أَرْبَعًا فَلَا تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ثُمَّ يُصَلِّي ثَلَاثًا فَقَالَتْ عَائِشَةُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَنَامُ قَبْلَ أَنْ تُوتِرَ قَالَ يَا عَائِشَةُ إِنَّ عَيْنِي تَنَامُ وَلَا يَنَامُ قَلْبِي

Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Sa'id bin Abi Sa'id Al-Maqburi] bahwa [Abu Salamah bin Abdurrahman] telah mengabarkan kepadanya, ia berkata; Saya bertanya kepada [Aisyah]; "Bagaimana Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam melaksanakan shalat di bulan Ramadlan?". (Aisyah) Berkata; "Beliau (melakukan shalat) tidak pernah lebih dari sebelas rekaat, baik pada bulan ramadlan atau selainnya. Beliau shalat empat rekaat dan jangan kamu tanya mengenai panjang dan baiknya (shalat beliau), kemudian beliau shalat empat rekaat dan jangan kamu tanya mengenai baik dan panjangnya (shalat beliau), kemudian beliau shalat tiga rekaat." Lalu Aisyah berkata; Saya (Aisyah) Berkata; "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum engkau melakukan shalat witir?", beliau menjawab: "Wahai Aisyah, sesungguhnya mataku tidur akan tetapi hatiku tidak tidur."


Hadist Ke-23308

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُسَيْطٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أُمِّهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَنْ يُنْتَفَعَ بِجُلُودِ الْمَيْتَةِ إِذَا دُبِغَتْ

Telah menceritakan kepada kami [Ishaq], dia berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Yazid bin Abdullah bin Qusaith] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Tsauban] dari [Ibunya] dari [Aisyah]; Bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam memerintahkan untuk memanfaatkan kulit bangkai apabila telah disamak.


Hadist Ke-23309

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنِ الْقَعْقَاعِ بْنِ حَكِيمٍ عَنْ أَبِي يُونُسَ مَوْلَى عَائِشَةَ قَالَ أَمَرَتْنِي عَائِشَةُ أَنْ أَكْتُبَ لَهَا مُصْحَفًا قَالَتْ إِذَا بَلَغْتَ إِلَى هَذِهِ الْآيَةِ { حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى } فَآذِنِّي فَلَمَّا بَلَغْتُهَا آذَنْتُهَا فَأَمْلَتْ عَلَيَّ حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَصَلَاةِ الْعَصْرِ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ قَالَتْ سَمِعْتُهَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] berkata; Telah mengabarkan kepadaku [Malik], dari [Zaid bin Aslam], dari [Al-Qa'qa' bin Hakim], dari [Abi Yunus, pembantu Aisyah] berkata; " [Aisyah] memerintahkanku agar menulis mushaf untuknya.", (Aisyah) Berkata; "Bila engkau (menulisnya) Telah sampai pada ayat ini; 'Peliharalah semua shalat, dan (terutama) shalat wusthaa'. maka beritahu saya. Tatkala saya sampai sampai pada ayat tersebut saya memberitahunya, lalu ia mendekatiku seraya berkata, "Peliharalah semua shalat (terutama) shalat wustho, shalat ashar, dan dirikanlah (shalat) karena Allah dengan khusyu'." (Aisyah) Berkata; "Saya mendengarnya dari Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam."


Hadist Ke-23310

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَزْرَةَ الْقَاصُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي عَتِيقٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدُكُمْ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلَا وَهُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ

Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud] telah menceritakan kepada kami [Isma'il], dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Abu Hazrah Al-Qaash] dari [Abdullah bin Abi Atiq] dari [Aisyah] bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Sungguh, janganlah salah seorang di antara kalian shalat saat makanan telah dihidangkan. Dan jangan pula ia shalat dengan menahan kencing dan kentut"